Jutaan Password Pengguna Dropbox Dicuri Hacker
"Dropbox tidak diretas.
Username dan password yang sayangnya berhasil dicuri oleh hacker didapat dari
layanan lain (aplikasi pihak ketiga)."Liputan6.com, Jakarta - Jutaan username dan password akun penggunalayanan Dropbox dikabarkan telah dibajak hakcer.Kebocoran sistem keamanan ini kabarnya berasal dari aplikasi pihak ketiga
rekanan Dropbox yang
berhasil diakses oleh para hacker.
Situs The Next Web menjadi pihak pertama yang melaporkan masalah ini.
Mereka mengklaim telah menemukan penyebaran username dan password
sekitar 400 akun Dropbox di laman forum Pastebin. Kelompok hacker tersebut
juga meninggalkan pesan bahwa mereka akan membocorkan lebih banyak lagi jika
ada pihak yang berani membayar dengan mata uang digital Bitcoin.
Lebih lanjut dijelaskan, hacker mengaku memiliki sekitar 6,9 juta detail username
dan password pengguna layanan Dropbox. Menanggapi hal ini, pihak Dropbox
sendiri telah merilis pernyataan resmi sebagai berikut:
"Dropbox tidak diretas. Username dan password yang sayangnya
berhasil dicuri oleh hacker didapat dari layanan lain (aplikasi pihak ketiga)
yang digunakan para pengguna untuk dapat masuk ke dalam akun
Dropbox. Kondisi ini sama dengan yang terjadi pada Snapchat belum lama
ini, ketika hacker berhasil mencuri sekitar 100 ribu foto dari aplikasi pihak
ketiga. Sama seperti kami, server Snapchat juga tidak diretas, melainkan server
layanan pihak ketigalah yang telah diretas."
Dropbox sendiri mengaku telah mengirimkan email kepada para penggunanya untuk
sesegera mungkin melakukan reset password. Tindakan ini diharapkan mampu
meminimalisir korban pencurian detail login.
Kedua kasus yang menimpa Dropbox dan Snapchat memperlihatkan tren peretasan
baru yang dilakukan oleh para hacker. Mereka kini tidak lagi menyasar server
utama milik penyelenggara layanan, melainkan menyasar server milik aplikasi
pihak ketiga.
Kondisinya menjadi sedikit pelik. Pihak penyelenggara layanan dapat dengan
mudah mengatakan bahwa mereka tidak diretas, karena memang tidak.
Namun mereka memungkinkan pihak ketiga untuk membuat aplikasi yang terintegrasi
dengan para pengguna. Pengguna lalu akan memanfaatkannya, padahal sistem
keamanan aplikasi pihak ketiga ini tidak terjamin, dan penggunaannya di luar
tanggung jawab penyelenggara layanan.
Terima Kasih...:D